Sabtu, 15 April 2023

Akankah?

Dikunjungi bu Eni (pengelola waktu SMP sekaligus kepala sekolah TK yg masih eksis selama belasan tahun), membuat semangat dan harapan yg dulu sempat padam, menyala kembali.


Rasanya diri ini gak se-strong, gak sengeyel, gak sebersemangat, gak seberani orang tua dulu.
Terlalu terbuai dengan kenyamanan hidup yg telah tersedia. Terlalu takut utk berkata, bermimpi, dan melangkah.

Sepertinya, memang harus dialokasikan waktu utk bersilaturrahmi dengan org2 yg idealis, yg memiliki visi-misi hidup yg jelas dan selalu bersemangat, lalu mengutarakan cita2 yg sdh lama terpendam.
Siapa tau, Allah bukakan jalan utk itu.

Seperti banyak temen orang tua yg aku kenal selama ini. Memberanikan diri utk melangkah, membuat lembaga pendidikan dengan target utama adalah amanah yg Allah titipkan kepada mereka (red: anak). Krn saat itu, lembaga pendidikan yg sesuai dengan visi-misi hidup mereka belum ada, yg banyak adalah lembaga pendidikan dengan visi-misi pemerintah saat itu.

Ketika anak mulai beranjak usia TK, memberanikan diri utk membuat TK. Tumbuh memasuki usia SD, dibuatlah SD, dan seterusnya. Agar apa? Agar visi-misi hidup orang tua tetap terjaga kepada anak keturunannya kelak.
Mereka pun sadar, mereka tdk selalu bisa mendidik anak2nya secara optimal krn memiliki banyak anak.
Yaaa, kebanyakan dr mereka memiliki anak banyak, ada yg 5, 6, 9, bahkan ada yg belasan.
Masyaa Allah.

Ini tamparan keras bagi diri, jangan pernah jadikan anak sebagai tameng atau excuse atas keegoisan diri yg malas utk melejit atau bahkan sekedar merangkak perlahan.
Bukankah dunia ini 'penjara' bagi hawa nafsu yg liar?
Bukankah dunia ini tempat utk berlelah, bergerak hingga jiwa ini benar2 letih?


Jatinangor, 1 Februari 2023
Setelah dikunjungi bu Eni dan sedikit berbagi cita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjaga Hati

Hanya sekedar unek-unek dalam hati yang semoga bisa terus menjadi reminder bagi diri. Beberapa hari lalu sempat chattingan sama kakak kelas...