Rabu, 02 Agustus 2023

Menjaga Hati

Hanya sekedar unek-unek dalam hati yang semoga bisa terus menjadi reminder bagi diri.

Beberapa hari lalu sempat chattingan sama kakak kelas sekaligus tetangga sekaligus teman main waktu SD. Semoga perbincangan dari kasus ini memberi kami banyak hikmah atau pelajaran yg bisa dipetik.
Zaman ini zaman yg ngeri banget, isu perselingkuhan, pernikahan berkedok poligami, pergaulan bebas, penyimpangan seksualitas, dll membuat hati risih, takut, gundah, khawatir, dan perasaan2 negatif lainnya bergelayutan.

Dari chattingan itu, ada beberapa hikmah yg bisa aku ambil, diantaranya:

ü Lebih baik berguru atau belajar kepada sesama perempuan atau suami sendiri.

Kalau pun mengharuskan belajar kepada lawan jenis, maka metodenya kolosal.

ü Ketika berada dalam kajian ilmu atau berada dalam satu komunitas atau grup yg anggotanya campur (laki-laki dan perempuan), maka perhatikan adab-adabnya. Jangan sampai lisan ini ‘genit’ untuk memuji anggota lain (yg lawan jenis) walau hanya sekedar bercanda. Kita tdk tahu, bagaimana tanggapan org yg kita puji. Mungkin dia merasa dihargai oleh kita krn bisa jadi dia tdk pernah mendapat pujian dari pasangannya. Dan ini bisa menjadi celah bagi setan untuk merusak hatinya dan hati kita.

Rem tangan ini utk tdk ‘gatal’ memencet/mengetik emoticon-emoticon atau kata-kata yg tdk penting (missal: hhehe, wkwkwk, dll) ketika sedang berinteraksi. Minimalisir juga ucapan terima kasih dan maaf, jangan berlebihan.

Jadi ingat perkataan salah satu ustdaz, seharusnya yg lebih sering dipuji dan kita lebih sering berterima kasih atau meminta maaf adalah kepada pasangan kita dan anak-anak kita, bukan kepada orang lain.

Tapi mirisnya, banyak org, justru mereka mengumbar pujian, terima kasih, dan kata maaf utk orang lain. Jarang sekali, mereka mengucapkan kalimat pujian, pengarhagaan, permohonan maaf kepada keluarganya sendiri.

Dan ini bisa menjadi malapetaka bagi hati yg haus akan ucapan-ucapan positif. Terutama Wanita yg senang dipuji.

ü Berhenti untuk mengagumi orang lain atau pasangan orang lain. Khawatirnya, setan datang membisikkan hati kita, bahwa pasangan orang lain lebih baik dari pada pasangan kita, dan menutup mata kita akan kelebihan pasangan kita. Yg akan terus terngiang-ngiang adalah keburukan-keburukan pasangan kita.

Kagumlah pada pasangan kita sendiri, carilah kelebihan-kelebihannya, yg semoga dengan mencari/mengingat kelebihan pasangan kita, dapat menambah rasa cinta dan sayang pada pasangan kita, menumbuhkan kembali gejolak jiwa yg mungkin sudah lama padam.

ü Terus memperbaiki diri, berusaha menutup celah-celah setan yg sekiranya bisa menghancurkan rumah tangga kita.

ü Berdo’a kepada Allah, agar Allah mampukan kita untuk terus menjaga hati ini agar tetap berlabuh pada kekasih halal yg sdh Dia takdirkan. Berjumpa dan berkumpul kembali di syurga-Nya nanti bersama buah hati yg pernah Allah titipkan kepada kita.

Menjaga Hati

Hanya sekedar unek-unek dalam hati yang semoga bisa terus menjadi reminder bagi diri. Beberapa hari lalu sempat chattingan sama kakak kelas...