Hanya sekedar unek-unek dalam hati yang semoga bisa terus menjadi reminder bagi diri.
Beberapa hari lalu sempat chattingan sama kakak kelas sekaligus tetangga
sekaligus teman main waktu SD. Semoga perbincangan dari kasus ini memberi kami
banyak hikmah atau pelajaran yg bisa dipetik.
Zaman ini zaman yg ngeri banget, isu perselingkuhan, pernikahan berkedok
poligami, pergaulan bebas, penyimpangan seksualitas, dll membuat hati risih,
takut, gundah, khawatir, dan perasaan2 negatif lainnya bergelayutan.
Dari chattingan itu, ada
beberapa hikmah yg bisa aku ambil, diantaranya:
ü Lebih baik
berguru atau belajar kepada sesama perempuan atau suami sendiri.
Kalau pun
mengharuskan belajar kepada lawan jenis, maka metodenya kolosal.
ü Ketika berada
dalam kajian ilmu atau berada dalam satu komunitas atau grup yg anggotanya
campur (laki-laki dan perempuan), maka perhatikan adab-adabnya. Jangan sampai
lisan ini ‘genit’ untuk memuji anggota lain (yg lawan jenis) walau hanya
sekedar bercanda. Kita tdk tahu, bagaimana tanggapan org yg kita puji. Mungkin
dia merasa dihargai oleh kita krn bisa jadi dia tdk pernah mendapat pujian dari
pasangannya. Dan ini bisa menjadi celah bagi setan untuk merusak hatinya dan
hati kita.
Rem tangan ini utk tdk ‘gatal’ memencet/mengetik emoticon-emoticon atau kata-kata yg tdk penting (missal: hhehe, wkwkwk, dll) ketika sedang berinteraksi. Minimalisir juga ucapan terima kasih dan maaf, jangan berlebihan.
Jadi ingat
perkataan salah satu ustdaz, seharusnya yg lebih sering dipuji dan kita lebih
sering berterima kasih atau meminta maaf adalah kepada pasangan kita dan
anak-anak kita, bukan kepada orang lain.
Tapi mirisnya,
banyak org, justru mereka mengumbar pujian, terima kasih, dan kata maaf utk
orang lain. Jarang sekali, mereka mengucapkan kalimat pujian, pengarhagaan,
permohonan maaf kepada keluarganya sendiri.
Dan ini bisa
menjadi malapetaka bagi hati yg haus akan ucapan-ucapan positif. Terutama Wanita
yg senang dipuji.
ü Berhenti untuk
mengagumi orang lain atau pasangan orang lain. Khawatirnya, setan datang membisikkan
hati kita, bahwa pasangan orang lain lebih baik dari pada pasangan kita, dan
menutup mata kita akan kelebihan pasangan kita. Yg akan terus terngiang-ngiang
adalah keburukan-keburukan pasangan kita.
Kagumlah pada
pasangan kita sendiri, carilah kelebihan-kelebihannya, yg semoga dengan mencari/mengingat
kelebihan pasangan kita, dapat menambah rasa cinta dan sayang pada pasangan
kita, menumbuhkan kembali gejolak jiwa yg mungkin sudah lama padam.
ü Terus memperbaiki
diri, berusaha menutup celah-celah setan yg sekiranya bisa menghancurkan rumah
tangga kita.
ü Berdo’a kepada
Allah, agar Allah mampukan kita untuk terus menjaga hati ini agar tetap berlabuh pada
kekasih halal yg sdh Dia takdirkan. Berjumpa dan berkumpul kembali di syurga-Nya nanti bersama buah hati yg pernah Allah titipkan kepada kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar