Suka terharu, merinding, dan pengen nangis kalau denger ijab kabul diucapkan.
Miitsaaqon gholiidzon, perjanjian yg agung, yg kuat, yg disaksikan oleh penduduk langit.
Perjanjian yg harus benar2 dijaga agar tdk putus dan hancur, agar syaiton dan jin tdk mendapatkan 'pahala besar' dr Iblis.
Gerbang awal kehidupan yg baru. Yg pastinya akan ada ujian2 yg akan dihadapi, yg Allah berikan sesuai dengan kapasitas kita masing2 sebagai bentuk rasa sayangNya pada kita.
Keluarga adalah sistem politik terendah dan sederhana. Suatu sistem atau peradaban akan sukses jika sistem atau peradaban kecil yg bernama keluarga pun sdh benar dan baik.
Baiknya sebuah keluarga sangat ditentukan oleh pribadi anggota keluarga tersebut.
Maka, diperlukan mental dan ilmu syari'at yg benar dalam membina bahtera rumah tangga agar menjadi rumah tangga yg sakinah mawaddah warohmah. Memahani peran, hak dan kewajiban sebagai suami, istri, anak, orang tua.
Karena saat ini banyak manusia yg menikah, hanya utk mengubah statusnya dr lajang atau hanya mengikuti keumuman yg berlaku di masyarakat atau agar memiliki ketutunan dengan tujuan supaya di hari tuanya ada yg menemani, tanpa memiliki visi-misi akhirat, tanpa menyematkan setiap aktivitasnya adalah bentuk ibadah hanya utk Allah semata, semua dilakukan sebagai bentuk rutinitas semata.
Bahkan mereka lupa peran, hak dan kewajibannya masing2. Maka tak heran banyak suami yg hanya memikirkan kerja sebagai dalih utk menafkahi keluarganya secara finansial, tp dia lupa utk menjaga keluarganya dr api neraka. Paham kapitalisme dan materialisme yg sdh menjalar secara tak sadar mulai mengakar dalam kehidupan manusia.
Ada juga istri yg merasa terkekang ketika harus berada di dalam rumah, merasa penat ketika harus membersamai dan mendidik anak2nya. Paham feminisme telah menghancurkan pikiran dan hatinya. Dia ingin merasakan pula 'kebebasan' seperti suaminya. Sampai lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu.
Semua itu terjadi karena suami dan istri tdk memahami peran, hak dan kewajibannya masing2 sesuai syari'at Islam dengan menyeluruh, baik, dan benar.
Padahal, Islam sdh mengatur semuanya secara sempurna dan seimbang. Tinggal kitanya, mau mempelajarinya atau tdk.
Jatinangor, 11 Desember 2022.
Setelah menghadiri pernikahan tetangga yg juga satu almamater.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar