Hari ini, tepat 2 tahun lalu kau lahir ke dunia.
Persalinan yg paling tenang, yg pernah bunda rasakan, dengan segala perjuangannya.Ayah yg tdk bisa menemani proses persalinanmu, digantikan oleh nenek (ummi) yg saat itu masih sangat lemah krn baru keluar dr rumah sakit, setelah hampir sepekan dirawat akibat stroke ringan. Abah (abi) yg sebelumnya selalu menemani nenek di rumah sakit, dengan penuh pengorbanan, masih harus berjuang, rela utk tdk bisa tidur dengan nyaman krn harus menemani Fathan dan Ajron di rumah bersama ami Ucup (Yusuf).
Allah sangat berkuasa atas segala sesuatu. H-1 melahirkan belum menentukan mau lahiran di mana krn kami baru pindah ke Jatinangor. Qodarullah, tetangga berkunjung ke rumah utk menengok ummi dan berkata bahwa di sekitar jalan Caringin (cuma 5 menit dr sini) ada seorang bidan, tempatnya nyaman, bidannya baik. Anaknya beliau beberapa bulan lalu pun melahirkan di sana.
Esok harinya, saat kontraksi mulai muncul, abah dengan sigap (hujan pun dihadang), mencari rumah bu bidan yg dituju. Alhamdulillah, rumahnya ketemu dan malam hari setelah sholat Maghrib, bunda dan nenek meluncur ke sana diantar oleh Om Ibay (Iqbal).
Proses mules berlangasung sebagaimana mules saat kontrasi hendak melahirkan. Semua proses itu dilalui sebagaimana mestinya. Bunda bisa atur nafas dengan sangat baik, perut cukup terisi asupan makanan, tenaga pun dikelola dengan sangat apik, selalu bersyukur setiap rasa sakit melanda, lantunan ayat suci Al-Quran yg diputar membuat hati begitu tenang.
Sampai akhirnya, bidan berkata sdh pembukaan 10 dan bunda boleh mengedan saat mulai terasa mules. Rasa mules pun kembali hadir lalu bunda ambil nafas dan ngeden sekuat tenaga. Alhamdulillah dirimu hadir dan bunda bisa melihat dengan cukup jelas bagaimana kamu keluar dr perut. Suara nyaringmu membuat hati bunda lega.
Masyaa Allah, baru kali ini bunda merasakan proses persalinan yg tenang dan syahdu.
Alhamdulillah, Alhamdulillah. Allah Maha Kuasa. Maha Sempurna. Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim.
Nenek yg selalu berusaha utk kuat, penuh perjuangan agar bisa berdiri cukup lama, menggendongmu, mengadzani dan mentahnikmu. Bahkan di jam2 malam setelah kau lahir, nenek selalu berusaha utk mengganti popokmu ketika BAK atau BAB, berusaha sekuat tenaga menggendongmu menuju bunda utk disusui. Jangan sampai bunda turun dr kasur. Biarkan nenek saja yg mondar-mandir, padahal tubuhnya masih cukup kaku utk digerakkan.
Ayahmu yg pastinya harap-harap cemas, menanti kehadiran anak perempuan pertamanya. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, selalu mendo'akanmu di belahan bumi Allah lainnya. Berjuang dengan kesendirian dan kesepiannya di dinginnya kota Cork, Irlandia.
Dengan bertambah angka usiamu, maka jatah hidupmu di dunia semakin berkurang. Tumbuhlah menjadi anak yg bahagia, qurrota a'yun bagi ayah-bunda, bermetamorfosislah menjadi wanita sholihah yg Allah ridho atasmu, istri sholihah yg menyenangkan hati suamimu kelak, dan ibu teladan bagi anak2mu.
Salam cinta dan sayang yg begitu hangat dari ayah-bunda 💕
Nenek yg selalu berusaha utk kuat, penuh perjuangan agar bisa berdiri cukup lama, menggendongmu, mengadzani dan mentahnikmu. Bahkan di jam2 malam setelah kau lahir, nenek selalu berusaha utk mengganti popokmu ketika BAK atau BAB, berusaha sekuat tenaga menggendongmu menuju bunda utk disusui. Jangan sampai bunda turun dr kasur. Biarkan nenek saja yg mondar-mandir, padahal tubuhnya masih cukup kaku utk digerakkan.
Ayahmu yg pastinya harap-harap cemas, menanti kehadiran anak perempuan pertamanya. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, selalu mendo'akanmu di belahan bumi Allah lainnya. Berjuang dengan kesendirian dan kesepiannya di dinginnya kota Cork, Irlandia.
Dengan bertambah angka usiamu, maka jatah hidupmu di dunia semakin berkurang. Tumbuhlah menjadi anak yg bahagia, qurrota a'yun bagi ayah-bunda, bermetamorfosislah menjadi wanita sholihah yg Allah ridho atasmu, istri sholihah yg menyenangkan hati suamimu kelak, dan ibu teladan bagi anak2mu.
Salam cinta dan sayang yg begitu hangat dari ayah-bunda 💕
Ditulis: Madiun, 24 januari 2022.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar